Kajian Agama

Benarkah Istri ke-3 Nabi Ibrahim Berasal dari Bangsa Melayu ?

Satu Takbir | Nabi Ibrahim dikenal sebagai utusan Allah yang sangat berpengaruh dan berperan dalam syariat Rasulullah SAW, mengapa tidak hampir seluruh apa yang beliau lakukan atas semua perintah Allah, seperti jejak sejarah beliau pada bagunan kakbah, gunung shafa dan marwa, air zamzam, hingga nama beliau diabadikan dalam shalatnya umat Rasulullah SAW. Singkatnya beliau dan Rasulullah SAW adalah dua orang nabi dan rasul yang saling memiliki keterikatan yang sangat erat, bukan hanya pada silsilah yang bersambung, namun secara kehidupan, dakwah, kesabaran, karakter diri, sifat, dan sistem dakwah juga memiliki bentuk kesamaan.


Nabi Ibrahim dalam silsilah turunan memiliki bentuk kesinambungan hingga keluar dari negri timur. Artinya beliau memiliki turunan hingga kepada bangsa melayu bahkan dapat dikatakan bahwa sebahagian suku didalam indonesia ini memiliki darah hubungan kepada beliau.

Dalam sejarah yang kita tahu, bahwa Nabi Ibrahim A.S memiliki dua istri, pertama adalah siti Sarah dan yang keduanya adalah siti Hajar. Namun tahukah anda bahwa sesungguhnya para ulama dalam bidang sejarah mengatakan bahwa beliau tidak memiliki 2 istri melainkan 3 istri. Bahkan ada yang mengatakan bahwa beliau juga memiliki istri yang ke-4. Dan sekarang yang menjadi pertanyaan kita disini adalah siapakah istri yang ketiga tersebut, apakah memang pada istri yang ke-3 atau ke-4 memiliki silsilah turunan bangsa melayu dari keduanya ?

Dalam beberapa kitab menyebutkan, seperti yang terdapat didalam kitab Bidayah wan Nihayah, karya Imam Ibnu Katsir, seorang Ahli tafsir terkemuka menyebutkan :

ذكر أولاد إبراهيم الخليل عليه وعليهم الصلاة والسلام
أول من ولد له إسماعيل من هاجر القبطية المصرية ، ثم ولد له إسحاق من سارة بنت عم الخليل ، ثم تزوج بعدها قنطورا بنت يقطن الكنعانية فولدت له ستة ؛ مدين ، وزمران ، وسرج ، ويقشان ، ونشق ، ولم يسم السادس . ثم تزوج بعدها حجون بنت أمين فولدت له خمسة ؛ كيسان ، وسورج ، وأميم ، ولوطان ، ونافس . 
هكذا ذكره أبو القاسم السهيلي في كتابه ” التعريف والإعلام

”Anak pertama dari Nabi Ibrahim adalah Nabi Ismail daripada istri beliau bernama Hajar Al-Qibtiyah Al-Misriyyah. Kemudian lahirlah Nabi Ishaq daripada istri beliau Sarah Binti ‘Am Al-Khalil, kemudian beliau menikah setelahnya dengan istri Qantura binti Yaqthan Al-Kin’aniyah, Maka Qanturah melahirkan 6 orang anak, bernamakah Madyan, Zimran, Suraj, Yuqsan, Nusyaq dan nama anak yang ke-6 tidak diketahui namanya. Sedangkan Istri ke-4 beliau adalah Hajun binti Amin, kemudian ia melahirkan anak sebanyak 5 orang, yaitu Kisan, Suraj, Amim, Luthan, Nafis. Semua penjelasan ini telah disebutkan oleh Abu Qasim As-Suhaili didalam kitabnya At-Takrif wal I’lam.  
– kitab al bidayah wan nihayah imam ibnu katsir (1/407)

Para sejarawan dan para ulama menyepakati bahwa istri ketiga nabi Ibrahim adalah Qaturah, hal ini dapat dilihat didalam beberapa buku dan kitab, seperti yang telah ditulis oleh Abuya Hamka didalam : Tafsir Al-Azhar-nya (2015), hal. 263, kemudian oleh Maulana Muhammad Ali dalam Tafsirnya : Al-Qur’an Terjemahan dan Tafsir (2015), hal. 233, kemudian oleh Ahmad Suhelmi, dalam bukunya : Salib di Bulan Sabil (2007), hal. 229 dan beberapa riwayat lainnya. Kesimpulannya bahwa keberadaan Qaturah sebagai istri Nabi Ibrahim disini memang tertulis dalam sejarah bahwa beliau memiliki istri selain siti Hajar dan Sarah.   

Banyak riwayat menyebutkan bahwa dari istri ke-3 Nabi Ibrahim A.S yang bernama Qanturah inilah yang disebut-sebut sebagai nenak moyang dari bangsa melayu. Namun tidak sedikit para ulama lain membantah anggapan ini, mereka mengatakan bahwa Qantura adalah nenek moyang dari bangsa Turki. Hal ini diungkapkan oleh pengarang kitab Anwar Al-Masyariq, nukilan kitab ini diambil oleh seorang ulama tafsir yang bernama Imam Ismail Haqqi Burusuwi, ia menulis catatan tersebut didalam kitab beliau bernama Tafsir Ruhul Bayan (hal. 238, darul al-fikri).

Sedangkan yang mengatakan bahwa Qaturah adalah nenek moyang dari bangsa melayu adalah berasal dari pendapat ahli sejawaran melayu dunia dalam sebuah kongres yang pernah diadakan pada tahun 1995, hasil kongres itu menyimpulkan bahwa Qaturah adalah nenek moyang dari bangsa melayu, hal ini dapat dilihat pada hasil kongres tersebut yang telah dijadikan dalam sebuah artikel, pada halaman 68 tahun 1995.

Anggapan yang berpendapat bahwa Qaturah adalah nenek moyang dari bangsa Bani Jawi (yaitu sebutan untuk suku melayu, sunda, sumatra, dan bugis) adalah diperkuat dengan sebuah penelitian yang pernah diadakan oleh beberapa Profesor dari Universitas UKM Malaysia, hasil riset tersebut menyebutkan bahwa data tes DNA antara bangsa melayu atau umumnya Bani Jawi dengan DNA yang dimiliki oleh bangsa Euro-semetik yang selama ini diakui sebagai keturunan Nabi ibrahim keduanya memiliki kesamaan padad 27 % varian mediternanian, yaitu sebuah bangsa yang terletak pada pinggiran laut tengah, lokasi ini berada diantara Eropa dan Afrika.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa sepertimana yang telah kita bahaskan diatas bahwa sesungguhnya Qatura atau Keturah adalah istri ke-3 Nabi Ibrahim dari Bangsa Melayu, yaitu kita dari Indonesia dan Malaysia, hal ini karena Bani Jawi telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dan Malaysia. Kedua, para sejarawan dan ulama mengakui bahwa Qaturah adalah nenek moyang bangsa Melayu. Ketiga, Qaturah ada yang menyebutkan berasal dari bangsa Sumatra, tidak diketahui dari wilayah mana, namun pendapat ini dapat dilihat dari beberapa riwayat sejarawan dan ulama secara lisan.

Adapun mengenai istri ke-4 Nabi Ibrahim A.S tidak banyak riwayat dalam buku atau kitab disebutkan. Oleh karena itu disini hanya dibahaskan pada istri ke-3 beliau saja.

Inilah fakta mengenai Istri ke-3 Nabi Ibrahim A.S. Semua artikel yang diungkapkan diatas adalah berasal dari kutipan referensi buku dan kitab yang akurat. Semoga artikel ini bermanfaat.  

Penulis : Tgk. Habibie M. Waly


Lihat videonya dibawah ini : 
Youtube : 




No comments