Breaking News

Tanpa Kita Sadari, Shalat Batal Karena Melakukan Hal Ini

Kita ketahui bersama bahwa sembahyang adalah ibadah yang paling utama dalam Islam. Meskipun shalat merupakan sembahyang yang paling mudah dan cepat selesai dilaksanakan, tetapi tidak sedikit dari semua ummat Islam merasa berat dan enggan melaksanakannya. Biarpun begitu, seharusnya bagaimanapun keadaan kita wajib kita laksanakan shalat dengan sempurna karena Allah SWT menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepadaNya.

Shalat memiliki syarat dan rukunnya tersendiri, apabila salah satu dari syarat dan rukunnya tidak lengkap maka sembahyang itu tidak sah/harus diulang kembali. Setiap dari kita tentu mengetahui apa saja yang dapat membatalkan sembahyang, hanya saja terkadang kita tidak menyadari telah melakukan salah satu perbuatan yang dapat membatalkan sembahyang.
Namun sebelum itu, mari kita ulang dulu beberapa hal yang dapat membatalkan sembahyang:
  • Berhadats
  • Terkena najis yang tidak dimaafkan/menanggung najis
  • Berkata-kata dengan sengaja
  • Terbuka auratnya
  • Berubah niatnya, misalkan ingin memutuskan shalat
  • Makan atau minum
  • Bergerak tiga kali berturut-turut
  • Membelakangi kiblat
  • Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti ruku’ dan sujud
  • Tertawa terbahak-bahak
  • Mendahului imamnya dua rukun
  • Murtad
Anda bisa melihatnya pada risalah “Tuntunan Shalat Lengkap” yang ditulis oleh Drs. Moh Rifa’i.

Beberapa hal yang membatalkan sembahyang yang jarang kita ketahui


Berikut ini yang sering kita lakukan ketika shalat namun kita tidak menyadari bahwa itu termasuk dalam salah satu yang dapat membatalkan sembahyang.

Batuk atau Mendehem


Batuk atau mendehem termasuk juga hal yang dapat membatalkan sembahyang, pekerjaan ini dikategorikan kepada berkata-kata dengan sengaja. Batuk dengan sengaja tidak diperbolehkan dalam sembahyang kecuali batuk dengan sendirinya yakni kita sudah mencoba menahannya tetapi batuknya keluar juga. Adapun mendehem, umumnya dilakukan dengan sengaja beralasankan tenggorokan yang tidak nyaman, biarpun demikian mendehem tetap dapat membatalkan sembahyang. Ini yang sering saya temukan ketika saya shalat berjamaah, banyak yang mendehem ketika masih dlam keadaan shalat. Ada baiknya kita meminum segelas air sebelum shalat serta menjaga kesehatan kita.

Makan dan Minum


Apa alasannya ? setiap makanan yang kita makan terkadang meninggalkan sisa di sela-sela gigi. Apabila sisa makanan atau airnya itu tertelan pada saat sembahyang, maka kita sudah dianggap sebagai orang yang makan dan minum. Alangkah baiknya kita membersihkan sisa-sisa makanan itu sebelum menunaikan shalat dengan cara bersugi/menyikat gigi atau merkumur-kumur.

Menanggung Najis


Salah satu syarat sah sembahyang adalah suci badan, suci pakaian dan suci tempatnya baik dari najis maupun hadats. Yang sering terjadi ketika kita sembahyang pasti kadang-kadang ada nyamuk yang mengganggu lantas kita langsung memukulnya, jika nyamuk itu tersangkut/menempel pada diri/pakaian kita, maka kita sudah menanggung najis bahkan hanya satu kakinya saja karena setiap makhluk hidup yang mati disebut bangkai dan setiap bangkai itu najis kecuali mayat manusia, ikan yang mati, hewan yang disembelih dengan yang dianjurkan oleh syara’ dan beberapa pengecualian lainnya.

Ada baiknya ketika sembahyang kita memakai pakaian yang menutup tubuh kita seperti memakai baju lengan panjang atau lainnya. Selain contoh diatas, ada juga terkadang ketika kita sedang sembahyang, anak laki-laki kita yang belum disunat memegang kita atau menaiki kita yang sedang sembahyang, padahal anak laki-laki itu masih ada najis pada tubuhnya. Maka oleh karena itu, kita juga digolongkan sedang menanggung najis.

Bergerak lebih dari tiga kali


Hal yang semacam ini sering kita temukan ketika tubuh yang sedang gatal lantas kita menggaruknya. Jika ingin menggaruknya, bergeraklah satu-satu kali kecuali dengan satu anak jari. Dalam hal ini saya sukar menjelaskannya, silahkan anda tanyakan kepada guru agama di daerah anda masing-masing.

Berubah niat


Berubah niat mungkin jarang kita lakukan dalam sembahyang dan kita tidak tahu apa yang terbesit dalam hati orang lain. Contoh berubah niat dalam sembahyang adalah sebagai berikut;

“jika terjadi gempa atau kebakaran, sembahyang ini akan saya batalkan” atau sambil menunggu teman datang menjemput.
“jika teman saya datang, nanti saya stop sembahyangnya”.

Itulah beberapa pekerjaan yang dapat membatalkan sembahyang tetapi jarang kita sadari, dari tulisan kami diatas terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, ada baiknya anda menanyakan kepada ustaz/guru agama anda setelah membaca artikel kami. Kami juga mengharapkan komentar/masukan dari anda jika ada kesalahan dari penyampaian yang kami sajikan, supaya kita tidak berada dalam kesesatan. Semoga Allah SWT memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua, amin.

No comments