Breaking News

Jawaban Segala Anggota Tubuh Ketika Izrail Datang

Satu Takbir | Siapa itu Izrail (Malik Maut) ? Izrail adalah satu dari sepuluh malaikat yang wajib kita ketahui dan kita yakini keberadaannya. Semua malaikat memiliki tugas masing-masing, mereka tidak pernah melanggar perintah Allah karena malaikat diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Izrail sendiri memiliki tugas mencabut nyawa semua makhluk hidup bahkan hingga nyawanya sendiri.

Tidak ada pembunuh berdarah dingin jika tidak ada campur tangan malaikat Izrail, tentu saja ini semua karena kehendak Allah SWT semata. Namun, pernahkah kita berfikir bagaimana prosesi malaikat Izrail mencabut nyawa makhluk hidup ? Apakah seperti kita melepas pakaian dari anak kita ? Kami akan membagikan sedikit informasi kepada anda sekalian yang menyangkut dengan kematian seseorang, sebagai referensi utama kami membuka kitab-kitab dan mengingat kembali ceramah-ceramah keagamaan.

Jawaban Segala Anggota Tubuh Ketika Izrail Datang

Izrail Datang Kepada Anggota Yang Pertama (Mulut)


Di dalam kitab “Daqaa-iqul Akhbar” pada halaman ke 10 dijelaskan bahwa ada hadits nabi yang menyatakan apabila Allah SWT ingin mengambil ruh/nyawa seorang hambaNya maka datanglah malaikat Izrail kepada orang yang hendak meninggal, sebagai contoh orang yang meninggal kita beri nama A. Pertama sekali yang dilakukan Izrail adalah menghampiri mulut mulut A untuk mencabutnya nyawanya melalui mulut.

Sebagai anggota yang pertama didatangi, dari mulut si A keluarlah zikir Allah seraya berkata kepada Izrail, “Tiada jalan bagi engkau hai Izrail untuk mengambil nyawa A melalui anggota ini, karena si A tidak melakukan kejahatan semasa hidupnya dengan anggota ini. Ia selalu mempergunakan lidahnya untuk menyebut/mengingat Allah SWT”.

Mendengar penolakan dari anggota mulut yang seperti ini, malaikat maut kembali kepada Allah SWT dan menceritakan peristiwa yang dialaminya. Maka Allah SWT pun berfirman untuk mengambil ruh si A melalui kejahatan anggota tubuhnya yang lain.

Tangan


Setelah mendapat perintah dari Allah SWT, Izrail kembali lagi kepada si A untuk mengambil ruhnya, sekarang ia datang kepada anggota yang kedua yakni tangan si A. Ketika hendak mengambil ruh si A melalui anggota tangan, berkatalah amalan kebaikan yang dilakukan oleh tangan, “tiada jalan bagimu untuk mencabut nyawanya melalui anggota ini, karena ia tidak pernah melakukan maksiat kepada Allah SWT dengan tangannya, dia selalu bersedekah, menyapu kepala anak yatim, menulis pelajaran yang dipelajari oleh orang lain, membunuh segala kafir dengan tangan ini”.

Kaki


Setelah mencoba melalui tangan si A ternyata Izrail tidak berhasil juga mencabut nyanwanya, lalu beranjaklah ia kepada anggota yang lain yaitu kaki. Ketika dia menghampiri kaki si A, berkatalah kaki itu kepada Izrail, tiada jalan bagimu untuk mencabut nyawanya melalui anggota ini, si A selalu mempergunakan aku (kaki-red) untuk berjalan melakukan shalat berjamaah, bersilaturrahmi, majelis ta’lim dan kepada jalan yang diridhai oleh Allah”. Lantas beranjaklah Izrail kepada anggota yang lain.

Telinga


Sudah menjadi tugas Izrail untuk mencabut nyawa makhluk yang sudah sampai pada ajalnya, bagaimana pun dia harus mencari jalan untuk bisa menjalankan tugasnya. Selanjutnya ia datang kepada telinga, lalu berkata telinga si A kepada malaikat maut seperti yang dikatakan oleh anggota yang lain, “tidak ada jalan bagimu hai Izrail untuk mencabut nyawa si A, dia tidak pernah melakukan kemungkaran dengan anggota ini kepada Allah  SWT. Si A selalu mendengarkan lantunan Al-Quran dengan telinga ini, mendengar azan, zikir, nasihat dan lain sebagainya”. 

Mata


Setelah mendapatkan penolakan dari empat anggota si A, Izrail kembali menghampiri angoota yang lain yakni mata. Lantas berkata mata kepada malaikat maut, “tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa hamba ini melalui jalan ini, ia selalu menggunakan mata ini untuk melihat al-Quran, melihat orang tuanya, orang-orang shalih, para ulama dan segala perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT”.

Mendapati semua anggota si A menolak untuk mencabut nyawa si A, padahal ajal si A sudah sampai, maka kembalilah Izrail kepada Allah SWT seraya berkata, “ya Tuhanku, hambaMu berkata begini-begini (Izrail menceritakan penolakan  anggota tubuh si A)”.

Berkata Allah SWT, “gantunglah namaKu pada tanganmu dan perlihatkan pada ruh hambaKu si A”.

Lalu Izrail menulis nama Allah diatas telapak tangannya dan selanjutnya diperlihatkan kepada si A, barulah ia diperkenankan untuk mencabut nyawanya dengan berkat nama Allah SWT dan ruh si A keluar dengan mudah tanpa ada rasa sakit naza’ (sakit ketika nyawa dicabut).

Orang yang seperti ini adalah orang yang sudah memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT, dari ini kita juga bisa mengambil pengajaran bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan dapat menambah keberkatan umur kita sendiri.

Bisa anda bayangkan jika seorang hamba yang didatangi Izrail melakukan kejahatan dengan salah satu anggotanya ? Apalagi kita yang selalu melakukan kemaksiatan kepada Allah SWT ?

Mari sama-sama kita introspeksi diri dan bertaubat kepada Allah SWT sedini mungkin, ingatlah bahwa ampunan/kasih sayang Allah kepada makhluk yang ingin bertaubat lebih besar dari kesalahan yang dilakukan oleh makhluk. Maka tidak salah jika Allah SWT bersifat dengan sifat “Rahman” dan “Rahim”.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah selalu melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita agar kita senantiasa dijalan yang benar. Wallahu a’lam

No comments