Breaking News

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym ) Ketika Mengomentari Orang Lain

Satu Takbir | Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa, menggolongkan kita sebagai orang-orang ahli takwa. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Ketika Mengomentari Orang Lain
Aa Gym Ketika Mengomentari Orang Lain
Saudaraku, kita sering mudah tergiur untuk mengomentari orang lain. Kita sering lebih mudah terpancing untuk menuduh orang lain salah melakukan ini dan itu. Seperti saat kita menonton pertandingan sepakbola, begitu ringannya kita mengomentari bahkan memarahi pemain yang menurut kita kurang cepat, kurang lincah atau kurang-kurang lainnya. Tentu hal ini bukan hal yang salah apalagi jika komentar kita memang didasari dengan keahlian kita pada urusan yang sedang kita komentari.

Akan tetapi ada satu hal yang sangat penting kita ingat, yaitu bahwa kegagalan kita memperbaiki orang lain adalah disebabkan kegagalan kita memperbaiki diri sendiri. Kegagalan kita mengajari orang lain adalah disebabkan kegagalan kita mengajari diri sendiri.

Berapa banyak orangtua yang mengharapkan anaknya untuk menjadi anak yang shalih atau sholihah, akan tetapi keinginan ini tidak sekuat keinginan dirinya untuk menjadi orangtua yang shalih atau sholihah. Berapa banyak guru-guru yang menginginkan agar murid-muridnya menjadi orang yang baik, akantetapi keinginan itu tidak seserius keinginan dirinya untuk menjadi guru yang baik. Kita pun sangat ingin agar orang-orang di sekitar kita bersikap baik kepada kita, tetapi apakah ada keinginan yang kuat pula agar kita menjadi orang yang baik terhadap mereka?

Kesuksesan kita mendakwahi orang lain diawali dengan kesuksesan kita mendakwahi diri kita sendiri. Kesuksesan kita memperbaiki orang lain diawali dengan kesuksesan kita memperbaiki diri sendiri.

Allah Swt. berfirman, Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, adahal kamu membaca al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqoroh [2] : 44)

Rasulullah Saw. sukses membawa umat manusia dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang-benderang dengan cahaya hidayah adalah karena beliau senantiasa memulai kebaikan dari diri sendiri. Ibda binnafsik, mulai dari diri sendiri. Sehingga manakala beliau mengajak manusia kepada kebenaran, beliau mengajaknya pula dengan keteladanan. Inilah yang membuat dakwah Islam begitu sangat efektif.

Saudaraku, boleh saja kita mengomentari ini itu tentang kesalahan yang orang lain lakukan. Apalagi jika komentar kita itu diniatkan sebagai nasehat-menasehati dalam kebenaran. Tapi, iringilah hal itu dengan semangat memeriksa dan memperbaiki diri sendiri. Semoga Allah Swt. senantiasa memberi kita taufik dan hidayah-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.


No comments